When I Lost Myself

Halo, bagaimana kabar? Pasti bilangnya baik-baik saja padahal tidak yah? Hehe.
Seperti biasa tiba-tiba saja saya ingin menulis, ini tentang diri saya, perasaan saya saat ini, setiap hari saya selalu merenungi pribadi saya. Sekarang umur saya sudah menginjak 26 tahun, dan di umur ini lah ternyata rasanya malah semakin kosong dan merasa saya kehilangan diri saya. Setelah melewati berbagai macam fase, segala tekanan yang dirasakan dari pihak luar maupun diri sendiri, semua membuat saya merasa hilang. Bahkan, saya tidak benar-benar tahu tujuan hidup saya sekarang apa, yang saya tahu hanya jalani sesuai apa yang terjadi di hari itu, sudah selesai. Karena mungkin saya merasa sudah lelah dan kehilangan banyak kesempatan akibat dari saya yang dulu menyia-nyiakan kesempatan, membuang-buang waktu hanya karena takut menerobos pintu yang selalu terkunci, yaitu diri saya sendiri. "Tujuan hidup kamu apa?" Jika ditanya saya sungguh tidak tahu maunya apa. Sempat terpikir untuk mengakhirinya begitu saja, tapi saya masih ingat keluarga dan orangtua, karena jika saya pergi bagaimana dengan mereka serta perasaannya?, tapi rasanya sudah sangat tidak kuat untuk membawa diri sendiri. Semua hanya menuntut dan menjudged saya, mengontrol diri saya yang selalu terlihat baik-baik dan nurut-nurut saja, awalnya saya hanya ingin menjaga perasaan semua orang agar tidak ada yang tersakiti, tapi entah bagaimana pada akhirnya di usia 25 tahun ada banyak hal yang saya sadari, ternyata usaha saya untuk menjaga perasaan orang lain justru menjadi bumerang untuk diri saya sendiri, pada akhirnya saya lah yang menjadi hancur, sehancur-hancurnya. Berkorban, berusaha patuh, tetapi ternyata malah terjatuh. Sampai saya sudah malas untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan, meski saya tidak menyalahkan Tuhan lagi atas ini semua. Tetapi, yang terjadi saya malah menjadi merasa kosong, hilang arah, tidak tahu harus kemana, kalau ditanya pun "Kamu mau jadi apa?", rasanya tidak ada, masih bisa hidup sampai detik ini saja sudah bersyukur.
Saya hanya sering merasa takut dengan diri sendiri, takut dia menjadi kacau atau lebih kacau lagi, saya takut dia akan keluar jalur melebihi kapasitasnya, karena saya tersadar bahwa selama ini saya hanya memakai topeng "baik" dan "senyum", itulah mungkin yang membuat saya kehilangan diri saya sendiri. Jati diri pun tidak tahu seperti apa, saya hanya ingin tenang dan tidak ditekan, saya hanya ingin didukung penuh apapun itu yang saya pilih, meski mungkin itu terlihat salah di mata orang kebanyakan, akan tetapi ada baiknya sebelum keputusan saya dijudged, tanyakan dulu kepada saya "Kenapa itu yang kamu pilih?", setelah itu barulah boleh berkomentar memberikan saran jika diperlukan, tapi ingat bukan dihakimi. Saya ini juga manusia yang punya perasaan, tidak selalu bisa merasa baik-baik saja. Sekiranya ada kah yang bisa memahami diri saya dari segi sudut pandang saya?. Setelah semua yang terjadi, saya sadar ternyata selama ini mereka semua hanya berpura-pura terlihat sejalan-sepemikiran dengan saya, akan tetapi ketika tahu tentang diri saya selanjutnya, mereka pergi meninggalkan saya, sedangkan saya secara pribadi sudah berusaha dan memberikan kepercayaan kepada mereka. Namun apakah kalian tahu apa yang saya dapat?, orang-orang awam yang melihat bukan malah melihat dari sisi saya kenapa bisa bertindak seperti itu, tapi lagi-lagi saya malah dijudged dan disalahkan seperti "Kenapa kamu bersikap seperti itu? Bukankah itu hal yang wajar? Bukankah dia baik?". Sekarang begini, kalian tahu apa sih tentang saya? Apakah saya harus selalu menshared hal yang tidak seharusnya semua orang tahu?. Apakah kalian sadar dengan mulut-mulut jahat kalian, kalian telah merusak seorang pribadi manusia macam saya. Mungkin bukan hanya saya, mungkin saya hanya satu dari sekian yang ingin mewakili perasaan mereka.
Mengapa harus selalu mengurusi kehidupan orang lain? Tidakkah cukup kalian dengan urusan kalian sendiri?. Memangnya kalian pikir, kalian itu siapa?. Cukuplah keluarga yang bersikap seperti itu, kalian tidak perlu.
Kalau saja saya tidak berusaha belajar untuk diri saya sendiri, mungkin saya sekarang tidak berdiri tegak seperti saat ini. Sekarang saya sudah benar tidak perduli, jika memang ingin pergi dari saya silahkan, karena kalian bukan siapa-siapa, saya hanya lelah terlalu membawanya dalam perasaan tanpa logika. Kita sudah dewasa pasti paham mana saja yang seharusnya. Sekian dan terima kasih.
Dari saya yang merenung gabut dan jadi ingin menulis apa saja yang tertera didalam pikiran saya berdasarkan kesimpulan dari seluruh yang sudah terjadi sebelumnya, semoga ke depannya saya dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi, dan yang paling penting adalah, saya mampu mencintai, menyayangi, dan menghargai diri saya sendiri. Itu saja. Bye. :)

Comments