Sebuah Pemikiran dan Opini mengenai Hijab bagi Wanita Muslim
Sebenarnya ini tulisan yang sudah cukup lama pernah gw tuliskan, yaitu tepatnya pada 24 November 2017. Namun karena tulisan ini cukup menarik dan memang tersimpan di arsip, maka dari itu gw ingin mempublishnya kembali. Tulisan ini murni berdasarkan sebuah pemikiran dan opini pribadi sendiri, jadi jika dari kalian yang semisal memang ada rasa kontra gak sreg ya dimaklumi aja dan please jangan dijadikan perdebatan, karena setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing bukan?. Dan ini gw notice banget ke kalian semua bagi pembaca yang menemukan ini agar ga usah menghakimi atau menganggap dengan gw menuliskan ini itu berarti gw adalah orang yang lurus dan taat LOL, karena itu salah gw masih menjadi pendosa juga kok jadi slow aja yak, just enjoy with my blog okay! ♡
Nih, berikut tulisannya (ini memang tulisan gw copas dari arsip notes smartphone jadi bahasanya emang agak sedikit baku gitu deh pake kata "saya" wkakak) :D
Hijab jelas bukan fashion, hijab adalah kewajiban. Namun tidak ada salahnya wanita mempercantik dirinya sendiri, asal jangan berlebihan. Dikenakannya hijab oleh seorang wanita tentu banyak niatnya masing-masing, ada yang belajar, ada yang ingin terlihat lebih rapih, bahkan cantik. Jika benar begitu adanya (niatnya), adakalanya kita membiarkan mereka karena itu hak hati mereka. Lagipula Allah jauh lebih Maha Mengetahui niat setiap umatNya. Allah sendiri pun tidak pernah memaksa, Dia hanya mengawasi dari urat nadi kita yang paling dekat, kemudian malaikat tinggal mencatat. Jika pun ada yang ingin mengingatkan, gunakan bahasa yang baik, cara yang (mungkin lebih) asik, jangan sampai kita menjadi seperti menggurui dan menyakiti hati seorang manusia tersebut. Tidakkah kita belajar dari sifat dan akhlak Nabi besar kita Muhammad SAW?. Beliau menggunakan pendekatan yang begitu halus, dengan hati yang tulus ikhlas, bahkan sampai-sampai "haters" dia pun luluh sampai menangis menitikkan air mata haru atas kebaikannya. Apakah pernah beliau memaksa?. Tidak. Bahkan meskipun orang tersebut tetap meyakini keyakinannya, Nabi Muhammad tidak merasa marah atau terganggu, dia malah tetap mendoakan semoga pintu hidayah dibukakan baginya (aamiin). Tunjukkan saja sifat dan sikap kita sebaik yang kita bisa dan semampunya, jika dirimu ingin didengar orang lain, maka sebelum kau ingin didengarkan, rajin-rajinlah untuk menyimak orang lain ketika sedang berbicara. Ingat hukum "tabur-tuai", atau bisa juga disebut "karma". Bentuklah yang positif agar hasilnya juga positif. Diterima atau tidak diterima itu hal yang wajar, disukai atau tidak disukai juga hal yang wajar, itu normal dan itulah hidup. Yang terpenting adalah, bagaimana cara kita dapat menyikapinya. Tak perlu risau, jika kau percaya Tuhan, kau tidak akan kecewa serta menggebu-gebu larut dalam amarah. Dan kembali lagi ke soal hijab, sekedar saran, jika hijab yang kau kenakan benar hanya berniat agar terlihat cantik di mata para kaum adam, lantas bagaimanakah caranya agar kau bisa menjaga kecantikanmu sendiri itu hanya untuk suamimu seorang kelak?.
Hehehe saya menuliskan ini juga bukan berarti saya sudah benar, apalah daya saya juga masih banyak dosanya. Menulis hanya sekedar menuangkan inspirasi akibat story seorang teman yang membahas "artis yang sedang heboh melepas hijab, dan membuat hijab telah bergeser menjadi fashion, bukan menutup aurat". Manusiawi boleh, tapi harus sadar dan tau diri juga. Yuk kita sama-sama bercermin. 😃
Dan sebenarnya masih ada banyak yang mau dituliskan mengenai kisah-kisah yang pernah saya baca dari buku, kisah tentang sahabat Nabi yang hidupnya malah ingin dihina karena semua orang tidak pernah mencelanya. Kemudian kisah seorang "noni" yang dihembusan nafas terakhirnya terselamatkan karena telah berhasil mengucapkan kalimat syahadat disaat keluarganya kebingungan harus berbuat apa di detik-detik akhir hidupnya.
Wassalamualaikum! 🤗😂
Tumben bener wkwkwkwk. Pada akhirnya, panduan terbaik menjalani kehidupan adalah agama. Karena segala aturannya bukan dibuat oleh manusia, namun oleh Dzat yg Maha Sempurna.
ReplyDeleteNamanya manusia pasti ada benernya dong wkwk 😎🤣dududu kata2 lo mengingatkan gw ketika lo memutuskan untuk “berhijrah” ala akhi2 tapi pada akhirnya you come back to be yourself hahah salut~ welcome back Bek and welcome to my blog~ 👏🏻😎🤝🤣
Delete